Hukum Judi Online di Indonesia

Hukum Judi Online di Indonesia

Dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dengan mudahnya kita menemukan situs situs yang bertemakan judi online.  Jika Anda punya blog banyak pengunjung, kemungkinan Anda juga mengalami “serangan komentar spam” dari para pejudi online. Pejudi online juga marak menyebar kemaksiatannya di media sosial dan di kolom-kolom komentar situs-situs berita (media online).

Pertanyaannya, mengapa pemerintah atau polisi diam? Mengapa situs web atau blog-blog judi online itu dibiarkan? Mengapa begitu mudah memblokir situs yang “dianggap” radikal dan anti-Jokowi & anti-Ahok, namun membiarkan situs-situs judi online? Ayo, kita lihat hukum positif Indonesia yang berdasarkan Pancasila ini!

Hukum Judi Online

Mengutip laman Hukum Online,  di Indonesia terdapat beberapa peraturan yang mengatur (baca: melarang) perjudian:

  1. Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)
  2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pasal 303 ayat (1) KUHP, berbunyi, diancam dengan kurungan paling lama empat tahun atau denda paling banyak sepuluh juta rupiah:

  • Barangsiapa menggunakan kesempatan untuk main judi, yang diadakan dengan melanggar ketentuan – ketentuan tersebut pasal 303.
  • Barangsiapa ikut serta permainan judi yang diadakan di jalan umum atau di pinggirnya maupun di tempat yang dapat dimasuki oleh khalayak umum, kecuali jika untuk mengadakan itu, ada izin dari penguasa yang berwenang.

Dalam UU ITE, pengaturan mengenai perjudian dalam dunia siber diatur dalam Pasal 27, yang berbunyi:

“Setiap orang sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, atau membuat dapat diaksesnya Informasi atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.”

Ancaman pidana dari pasal di atas yakni disebutkan dalam Pasal 45 UU ITE, yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan / atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *